A.
Pengertian
Individu
Kata “individu” berasal dari kata
latin, yaitu individuum yang berarti “yang tak terbagi”. Individu merupakan
sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil
dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang
tidak dapat dibagi melainkan sebagai suatu kesatuan yang terbatas, yaitu
sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan khas didalam lingkungan sosial.
B.
Konsep
Dasar Individu
Individu menunjuk pada obyek yang
melakukan sesuatu, memiliki pikiran, kehendak, memiliki kebebasan, memberi arti
pada sesuatu, mampu menilai tindakan dan hasil tindakannya. Intinya, individu
merupakan subjek yang bertindak (actor).
C.
4 Dimensi
Menurut MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
Dalam MBTI ini terdapat 4 dimensi yang
berpacu pada 16 kepribadian, yaitu:
1. Dimensi pemusatan perhatian :
Introvert (I) / Ekstrovert (E)
2. Dimensi memahami informasi dari luar
: Sensing (S) / Intuition (N)
3. Dimensi menarik kesimpulan &
keputusan : Thinking (T) / Feeling (F)
4. Dimensi pola hidup : Judging (J) /
Perceiving (P)
D.
16 Tipe
Kepribadian Menurut MBTI
1. ESTJ :
Extrovert, Sensing, Thingking, Judging (Konservatis-Disiplin)
Mengambil
keputusan berdasarkan rasio atau logika; mendasarkan pilihan atau keputusan pada data spesifik yang
diperoleh lewat indera.
2. ENTJ :
Extrovert, Intuition, Thingking, Judging(Pemimpin Alami)
Menyukai rasio dan logika; meramalkan konsekuensi-konsekuens;
butuh aturan, jadwal, dan
pengarahan.
3. ESFJ :
Extrovert, Sensing, Feeling, Judging (Harmoni)
Menyukai
aturan dan jadwal; perasa; mengambil keputusan berdasar perasaan, memiliki
kepekaan indera.
4. ENFJ :
Extrovert, Intuition, Feeling, Judging (Meyakinkan)
Mudah
didekati; lebih tertarik pada konsekuensi yang terjadi; memandang ke masa yang
akan datang.
5. ESTP :
Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving(Spontan)
Menyerap fakta serta figu; mengambil
keputusan berdasar logika atau rasio;
memperhatikan perasaan; mudah hanyut dalam arus.
6. ENTP :
Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving (Inovatif-Kreatif)
Penyelidik;
memperhitungkan kemungkinan dan konsekuensi; mengambil keputusan berdasarkan
pemikiran atau logika; dapat dipercaya; minat pada petualangan.
7. ESFP :
Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving (Murah Hati)
Mengambil
keputusan berdasarkan perasaan atau emosi; apa adanya; melihat kemungkinan
berdasar penginderaan.
8. ENFP :
Extrovert, Intuition, Feeling, Perceiving(Optimis)
Penyair-penyair nyata; terbuka; kepentingan pada bekerja.
9. INFP :
Introvert, Intuition, Feeling, Perceiving (Idealis)
Banyak ide; menyukai cara-cara baru; intuisi memainkan peranan sekunder.
10. ISFP : Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving (Artistik)
Hangat;
peka terhadap perasaan; tidak begitu menyukai peraturan dan jadwal.
11. INTP : Introvert, Intuition, Thinking, Perceiving (Konseptual)
Mengambil
keputusan berdasar daya pikir dan logika; melihat kemungkinan yang ada;
menyenangi aturan dan jadwal.
12. ISTP : Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving (Pragmatis)
Lebih
suka menjadi pengamat; menyerap informasi dengan panca indera; menyukai aturan
logis.
13. INFJ : Introvert, Intuition, Feeling, Judging (Reflektif)
Hidup
menurut aturan dan jadwal; mengambil informasi dari data yang dihimpun;
mengambil keputusan berdasar perasaan.
14. ISFJ : Introvert, Sensing, Feeling, Judging (Setia)
Lebih
suka menggunakan perasaan; menyerap informasi dengan panca indera; memiliki
kebutuhan tinggi akan pengendalian.
15. INTJ : Introvert, Intuition, Thinking, Judging (Independent)
Mengambil
keputusan berdasarkan rasio atau logika; melihat pada kejadia; fakta dan ide; memperhitungkan konsekuensi serta kemungkinan.
16. ISTJ : Introvert, Sensing, Thinking, Judging (Bertanggung
Jawab)
Mengambil
keputusan berdasar rasio atau logika; menyerap informasi berdasar panca indera.
E.
4
Temperamen Menurut David Keirsey
1.
Guardians/
Tradisionalist (SJ) : ESTJ, ISTJ, ESFJ, ISFJ
Sensors
percaya pada fakta, data yang telah terbukti, pengalaman masa lalu, serta
informasi yang ditangkap oleh pancainderanya. Judgers menyukai struktur serta
keteraturan, dan ini akan mempegaruhinya ketika mengambil keputusan. Sensing
Judger, sebuah tipe pribadi yang menapak bumi dan tegas, yang disebut sebagai
“Pembimbing/Tradisionalis”
2.
Artisans/
Experiencers (SP) : ESTP, ISTP, ESFP, ISFP
Sensors
berkonsentrasi pada apa yang dilihat, didengar, diraba, dicium, dan dikecap dan
percaya pada apa yang dapat diukur serta dicatat. Perceivers terbuka pada
berbagai kemungkinan dan suka hidup secara luwes. Sensing Perceiving, sebuah
tipe individu yang responsive dan spontan, yang disebut “Temperamen Artis/
Experiencers”
3.
Idealist
(NF) : ENFJ, INFJ, ENFP, INFP
Intuitif
adalah orang-orang yang tertarik pada arti, hubungan, dan
kemungkinan-kemungkinan. Feelers cenderung membuat keputusan berdasarkan nilai
pribadi. Intuitive Feelers, tipe yang peduli akan tumbuh kembang orang lain dan
memahami dirinya maupun orang lain,.
4.
Rationals/
Conceptualizers (NT) : ENTJ, INTJ, ENTP, INTP
Intuitive
cenderung mencari arti dari segala sesuatu dan fokus pada implikasinya.
Thinkers mengambil keputusan secara interpersonal dan logis. Intuitive Thinker,
sebuah tipe yang intelektual dan kompeten, yang disebut
“Rasional/Konseptualist”
Dalam bidang kesehatan khususnya
keperawatan, tentunya baik perawat maupun pasien memiliki tipe kepribadian yang
berbeda-beda. Tipe kepribadian memang seperti bawaan lahir yang tidak dapat
dihilangkan dalam diri individu tersebut, namun dengan diketahuinya bagaimana
tipe-tipe kepribadian, diharapkan perawat dapat mengambil sikap bagaimana
mempunyai tipe kepribadian yang baik. Hal ini dilakukan karena perawat dalam
kesehariannya akan menghadapi pasien dengan bermacam-macam tipe kepribadian.
Apabila perawat memiliki tipe kepribadian yang baik maka perangainya juga akan
baik serta memberi manfaat baik bagi perawat maupun bagi pasien seperti perawat
tersebut akan disegani pasien dan pasien yang dirawat akan merasa nyaman serta
lekas sembuh.
Referensi :
Ahmadi,
Abu. 2003. Ilmu Sosial Dasar: Mata Kuliah Dasar Umum. Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Anggota IKAPI
Soelaman,
Munandar. 1986. Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung: PT
ERESCO Anggota IKAPI.
Widyarini,
Nilam. 2008. 16 Corak Kepribadian. Artikel
http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=health+news&y=cybermed|0|0|5|4667.
Diakses pada 9 Oktober 2012, 05.01.
Pakpahan,
Hombar. 2009. Konsep-konsep Dasar Sosiologi. Artikel.
<http://www.ombar.net/2009/10/konsep-konsep-dasar-sosiologi.html>.
Diakses pada 8 Oktober 2012, 19.47.
Tes
Kepribadian MBTI. Artikel.
<http://www.teskepribadian.com/tes-kepribadian-mbti.php>. Diakses pada 8
Oktober 2012, 19.55.

.jpg)













.jpg)
